Berita Ikayana

PERSEMBAHAN ALUMNI UNIVERSITAS UDAYANA UNTUK INDONESIA

Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) Bali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Tahun  Pada HUT IKAYANA digelar sederhana di Bali pada 25 Januari 2017 lalu. Pada kesempatan yang berbeda, anggota IKAYANA Jakarta, Jabar, dan Banten (Jajaban) juga menggelar perayaan HUT di Anjungan Bali, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Minggu (29/1).

Acara yang mengambil tema “Dari UNUD untuk Bali dan Indonesia” ini dihadiri oleh beberapa alumnus yang tergolong sukses di ibukota. Sebut saja, Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi I Gede Dewa Palguna, Anggota DPR RI Nyoman Dhamantra, Peneliti senior BPPT Wayan Paster Susenapathy, dan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan, serta banyak alumni lain yang turut hadir bersama ratusan anggota IKAYANA Jajaban.

Made Juniarta Sastrawan selaku Ketua Umum Ikayana Jajaban  berharap, Ikayana di daerah dapat membantu tujuan dari Ikayana Pusat di Bali. Yakni, membantu menyosialisasikan prestasi dan informasi secara nasional.  “Karena ibukota menjadi tempat strategis untuk membantu sosialisasi hal-hal yang positif tentang UNUD dan Bali,” paparnya.

Salah satunya untuk mengenalkan kampus negeri yang berada di Bali itu kepada pemuda Jakarta dan sekitarnya. Mencoba menarik minat untuk menuntut ilmu ke Bali.

Acara ini turut dihadiri tamu spesial dari Bali, yakni Rektor UNUD  I Ketut Suastika dan Sekjen IKAYANA Pusat I Made Supartha Utama. Rektor menyebut,  beberapa tahun belakangan ini  UNUD telah menarik minat lebih dari 1600 mahasiswa asing setiap tahunnya. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pariwisata sekaligus pendidikan di Indonesia. “Pulau Bali memang penuh daya tarik, tidak hanya di bidang pariwisata tapi juga pendidikan,” terangnya.

Untuk itu, Rektor berharap agar IKAYANA di daerah-daerah turut membantu menyosialisasikan UNUD secara nasional hingga internasional. Sesuai dengan kompetensi masing-masing anggota  perwakilan IKAYANA di daerah.

Kegiatan ini  berlangsung meriah diawali dengan pemutaran video kenangan selama mahasiswa, dibuka dengan tarian Bali yang ditarikan oleh warga negara Jepang. Tak kalah menarik, adanya dua  tampilan puisi yang dipersembahkan oleh Palguna. Hakim MK ini yang membawakan puisi berjudul “Merdeka” karya Putu Wijaya. Paster Susenapathy mmebuat dan membawakan  karya Taufik Ismail berjudul “Almamater”.

Dalam kesempatan tersebut, Palguna mengaku senang bisa bercengkerama kembali dengan para alumni. Meski berbeda angkatan dan jurusan, Alumnus Fakultas Hukum UNUD itu merasakan kebersamaan yang sangat dia dambakan selama ini. “Meski tidak satu angkatan dan satu fakultas, tapi emosi dan semangatnya sama. Sama-sama pernah kuliah di kampus UNUD. Banyak cerita susah senang disana,” ungkapnya. (*)


Share This Post: