Berita Ikayana

KEMERIAHAN HUT IKAYANA, HAKIM MK IKUT BACA PUISI

Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) Jakarta, Jabar, dan Banten (Jajaban) menggelar perayaan HUT ke-42 di Anjungan Bali, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (29/1).

Sebelumnya, IKAYANA Bali menggelar perayaan di Pulau Dewata pada 25 Januari lalu.

Acara di Jakarta mengambil tema Dari UNUD untuk Bali dan Indonesia.

Sederet alumnus yang sukses di ibu kota menghadiri acara itu.

Di antaranya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna, anggota DPR RI Nyoman Dhamantra, peneliti senior BPPT Wayan Paster Susenapathy, dan staf khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan.

Mereka membaur bersama ratusan alumni anggota IKAYANA Jajaban.

Ketua Umum IKAYANA Jajaban Made Juniarta Sastrawan berharap, IKAYANA di daerah dapat membantu tujuan dari IKAYANA pusat di Bali.

Yakni, membantu mensosialisasikan prestasi dan informasi secara nasional. 

"Karena ibu kota menjadi tempat strategis untuk membantu sosialisasi hal-hal yang positif tentang UNUD dan Bali," paparnya.

Salah satunya untuk mengenalkan kampus negeri yang berada di Bali itu kepada pemuda Jakarta dan sekitarnya.

Tujuannya, mencoba menarik minat lulusan sekolah menengah atas menuntut ilmu ke Bali.

Acara ini turut dihadiri tamu spesial dari Bali, yakni Rektor UNUD  I Ketut Suastika dan Sekjen IKAYANA Pusat I Made Supartha Utama.

Ketut menyebut,  beberapa tahun belakangan ini  UNUD telah menarik minat ribuan mahasiswa asing setiap tahunnya.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pariwisata sekaligus pendidikan di Indonesia.

"Pulau Bali memang penuh daya tarik, tidak hanya di bidang pariwisata tapi juga pendidikan," terangnya.

Untuk itu, Ketut berharap IKAYANA di daerah-daerah turut membantu mensosialisasikan UNUD secara nasional hingga internasional.

Yakni, sesuai dengan kompetensi masing-masing anggota  perwakilan IKAYANA di daerah.

Kegiatan ini  berlangsung meriah. Acara diawali dengan pemutaran video kenangan selama mahasiswa dan dibuka dengan tarian Bali yang dibawakan oleh warga negara Jepang.

Dalam kesempatan itu, Palguna membacakan puisi berjudul Merdeka karya Putu Wijaya.

Sedangkan Paster Susenapathy membawakan puisi karya Taufik Ismail berjudul Almamater.

Dalam kesempatan tersebut, Palguna mengaku senang bisa bercengkerama kembali dengan para alumni.

Meski berbeda angkatan dan jurusan, alumnus Fakultas Hukum UNUD itu merasakan kebersamaan yang sangat dia dambakan selama ini.

"Meski tidak satu angkatan dan satu fakultas, tapi emosi dan semangatnya sama. Sama-sama pernah kuliah di kampus UNUD. Banyak cerita susah senang di sana," ungkapnya.


Share This Post: